1. Persiapan, hal ini wajib dilakukan, misalnya memahami apa tujuan yang kita ingin capai, apa alternatif jika terjadi A, B dan C.2. Mengetahui lawan negosiasi, sehingga kita mengetahui cara menberikan strategi dalam negosiasi. Ketika mengajukan proposal ke perusahaan tanpa membaca proposal dulu, tentunya kita akan semakin dijatuhkan oleh perusahaan itu. Termasuk persiapan penampilan.
2. sering2 bertanya untuk mengeksplor keinginan dari lawan kita, dengan demikian kita memiliki siasat yang jitu untuk memenuhi keinginan kita. semisal : “Bapak sendiri melihat mahasiswa keinginannya seperti apa?”, dengan jawaban yang diberikan kita bisa memberikan timpalan, “yah, mahasiswa seperti itu juga yang kita inginkan mengapa kami mengadakan kegiatan ini”
3. Memberikan tawaran yang maksimal atau minimal mungkin, misalnya sebagai pembeli, harus menawar harga serendah-rendahnya, dan jika sebagai penjual, menjual dengan harga yang setinggi-tingginya.
4. Menggunakan kekuatan yang ada, misalnya dalam hal melobi pihak rektorat untuk tetap mengadakan pengkaderan di kampus “di belakang kami ada 15.ooo mahasiswa yang mendukung kami tetap melaksanakan pengkaderan ini”.
5. Menyakinkan sebaiknya menggunakan angka seperti yang saya sebutkan di contoh di point sebelumnya agar lebih menyakinkan.
6. Menggunakan identitas yang bisa membuat lawan bicara kita menjadi takluk, semisal “Kami adalah mahasiswa UNAIR salah satu kampus terbaik di Indonesia”
7. Selalu mempunyai ide2 tawaran semisal ke perusahaan minta sponsor, jangan selalu mintanya uang, tapi kan bisa berupa barang, mechandise, media publikasi, atau pun komunikasi.
8. Selalu bersahabat, jadi akan menuju suatu pencapaian keputusan yang mudah. Jika sama-sama ngotot yang masing-masing akan tidak mendapatkan hasil dari negosiasi.
Hal yang perlu disadari dalam bernegosiasi adalah kejujuran karena memiliki peran penting dalam keberlangsungan kerjasama negosiasi itu. Memang negosiasi itu bisa saja berarah ke hal yang positif atau malah menjadi negatif, misalnya menggunakan ancaman setelah tidak dapat mendapatkan keputusan yang diinginkan. Semisal “Jikalau kamu tidak mau menikahi saya, saya bunuh diri saja”, hahaha itu negosiasi yang sudah menggunakan ancaman segala.
Ada lagi tempat negosiasi, kalau perusahaan-perusahaan besar biasanya tempat-tempat eksklusif menjadi tempat yang baik untuk negosiasi seperti di lapangan golf atau di hotel. Tergantung lagi seberapa tingkat kepentingan dari negosiasi yang kita ajukan.
Tahapan-tahapan dalam bernegosiasi
1. Perkenalan dan basa-basi lainnya, semisal apa kabar? gimana hari ini? perusahaannya makin mantap saja.
2. Menyampaikan keinginan
3. tawar-menawar
4. mencapai keputusan
5. Deal
Dan hasil dari negosiasi bisa berupa kemenangan di kedua belah pihak, ada yang untung dan ada yang rugi, atau rugi kedua pihak malah, atau negosiasi itu tidak memberikan hasil apapun.
Dari tanya jawab dan diskusi beberapa hal yang kita ketahui :
1. kadang negosiasi tidak bisa didapatkan dalam pertemuan sekali saja, jadi tetap berusaha untuk mendapatkan keinginan kita di pertemuan selanjutnya
2. jangan hanya terhenti dalam proses pertama tawar menawar
3. memberikan kompensasi yang adil, jangan berat sebelah.
Menjadi negosiator yang baik dan terampil memang dibutuhkan keterampilan dan pengalaman, sehingga kuncinya adalah sering berlatih. Dan sekali lagi semua itu hanya teori-teori belaka tanpa mempraktekkannya percuma hanya sia-sia.

Ternyata tidak hanya planet yang memiliki cincin, satelit pun bisa. Cincin pertama pada satelit tersebut ditemukan di Rhea satelit terbesar kedua Saturnus. Penemuan ini ditemukan oleh Cassini, pesawat ruang angkasa milik NASA yang sedang menjelajahi Saturnus. Ia melihat adanya bukti materi yang mengobrit Rhea.
Pita serpihan debu dan sebuah cincin setidaknya berhasil dideteksi oleh instrumen Cassini yang didesain khusus untuk mempelajari atmosfer Saturnus dan partike-partikel yang ada di sekeliling satelitnya. Rhea memiliki diameter 1500 km dan menjadi satelit pertama yang memiliki cincin, padahal selama ini yang diketahui memiliki cincin hanyalah planet. Piringan debu yang mengelilingi Rhea tersebut berukuran beberapa ribu mil dari ujung ke ujung. Partikel yang membentuk piringan dan juga cincin di Rhea diperkirakan berukuran sebesar kerikil sampai batu karang. Sebagai tambahan, disana terdapat juga awan debu yang lebarnya sampai 5900 km dari pusat satelit, dan hampir mencapai 8 kali radius Rhea.

Penemuan ini, sama seperti penemuan planet di bintang lain atau penemuan bulan di asteroid, juga memberikan nuansa baru dan pemahaman baru mengenai cincin disekitar satelit.

Semenjak penemuan cincin tersebut, para ilmuwan Cassini melakukan berbagai simulasi numerik untuk melihat apakah Rhea mampu menahan cincinnya. Model yang dihasilkan menunjukan medan gravitasi Rhea yang dikombinasikan dengan orbitnya yang mengelilingi Saturnus, bisa mempertahankan cincin yang terbentuk disekelilingnya untuk waktu yang lama.

Penemuan tersebut dilihat Cassini saat melakukan flyby di Rhea bulan November 2005. Keberadaan serpihan-serpihan disekeliling satelit memang bukan hal asing karena adanya hujan debu yang secara konstan menghantam satelit-satelit Saturnus. Cincin di Rhea diperkirakan merupakan sisa-sisa tabrakan asteroid dan komet di masa lalu. Tabrakan yang terjadi saat itu memang berpotensi meninggalkan sejumlah besar gas dan partikel padat disekeliling Rhea. Satelit Saturnus yang lain, Mimas, juga menunjukan bukti adanya tabrakan yang menyebabkan kehancuran yang hampir mengoyak satelit tersebut.

DUlu orang mengira Saturnus adalah satu-satunya planet yang memiliki cincin, dan sekarang justru kita kembali dikejutkan kalau satelit pun bisa memiliki cincin. Saturnus dan satelit-satelitnya seperti sebuah miniatur Tata Surya buat kita.

“Keanekaragaman yang ada di Tata Surya memang tak akan pernah berhenti untuk membuat kita takjub”, kata Candy Hansen dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

Sumber : NASA JPL

oleh : Frederik Kakerissa

Kepala Urusan Perluasan Kepesertaaan

Acara Kongres IV FKUI-SBSI

Bogor,  13 Maret 2010

PEMAPARAN

1. Amanat Penyelenggaraan Program Jamsostek.

2. Visi dan Misi PT Jamsostek (Persero)

3. Kerjasama Operasional (KSO)

4. Info Terkini Baca entri selengkapnya »