Catatan Seorang Chef Bagian Ke 40 (TENDER BARU, DIBUKA..!)

Posted: 1 Desember 2015 in KUMPULAN CATATAN SEORANG CHEF, MILITER

AKita baru saja memastikan pembelian sejumlah pesawat tempur canggih buatan Russia, yakni SU35, sebuah varian jet tempur persembahan dari keluarga Sukhoi..! Konon, kita juga tercatat sebagai negara pertama di luar Russia yang akan mengoperasikan pesawat ini. Saat kita membuat wacana pembelian pesawat ini, konon niat kita adalah ingin mencari pengganti yang tepat untuk pesawat tempur lawas kita, F5E Tiger..! Benarkah demikian..?

Hehehe..! Sepertinya bukan itu maksud utamanya. Indonesia hanya berusaha untuk mengimbangi perkembangan potensi ancaman dari negara-negara tetangganya, seperti Singapore dan Australia, dimana keduanya telah resmi untuk mengakuisisi pesawat tempur siluman canggih dari generasi ke-5, F35 buatan Amerika..!

Kini, dalam tender terbuka yang baru saja launching, keraguan itu terjawab sudah. Pesawat pengganti F5E Tiger kita sejatinya bukanlah SU35, tetapi besar kemungkinannya adalah 3 merk berikut; Saab JAS Gripen, Typhoon dan F16 Block 52+, V series, atau lazim disebut sebagai F16 Viper..!

Akankah Jokowi menyebarkan asset yang kita miliki kelak ke setiap provinsi yang ada..?
Melihat visi pembeliannya yang menyebut bahwa penguatan militer wajib dibangun untuk mendukung penguatan sektor ekonomi, seperti niat itu bisa menjadi sebuah kenyataan, bukan sekedar isapan jempol..! Hehehe..! Semoga…

Happy Fathers Day..!

Untuk ayahanda dan semua yang telah menyandang status sebagai ayah, saya ingin menghaturkan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas hadirmu dalam setiap relung kehidupan anak-anakmu. Ketegasan dan ketegaranmu adalah cemeti yang senantiasa membuat anak-anakmu terjaga dan tegak berdiri. Manakala sikap luruhmu menyentuh kalbu, tatapanmu adalah ibarat embun..!

Terima kasih untuk segala cinta dan kasihmu yang senantiasa ada dan begitu nyata. Sejatinya kau adalah pahlawan dan panutan. Bersama bunda, engkau telah berkorban dalam diam, bahkan tangismupun lebih sering kau sembunyikan..!

Ada banyak nostalgia bersamamu..! Salah-satunya adalah tentang kacamata yang hilang. Engkau tetap tersenyum, merelakan kehilangannya meski harus meninggalkan kebiasaanmu membaca buku-buku kesayanganmu. Dengan diiringai seulas senyum, engkau bergumam, ‘ Semoga kacamata itu bermfaat bagi orang yang mengambilnya..!’

Beberapa tahun kemudian, doamu terkabul. Seseorang datang menghampirimu. Dia bersimpuh sambil memohon maaf, konon beberapa tahun sebelumnya, dia sengaja mengambil kacamatamu. Engkau tersenyum, karena anak yang mengambil kacamata itu kemudian mampu melanjutkan sekolah, berkat usaha menjahit yang dilakoni kedua orangtuanya. Anak itu telah menghadiahkan kacamatamu pada kedua orang tuanya, dan engkau tampak begitu ikhlas..! Ketika dia datang untuk sebuah pengakuan, engkau masih tergerak untuk memberikan buku-buku kesayanganmu pada mereka..! Hasilnya, kini anak itu sukses, dan menganggapmu sebagai ayahnya. Terima kasih atas keteladanan yang kau tanamkan, dan terima kasih atas kesediannya menjadi ayah bagi semua..! Disini, aku dan anak-anakmu, bersyukur dan bangga padamu..! Semoga kebahagiaan dan kesejahteraan senantiasa tumbuh dihatimu..! Aamiin…

INVESTASI

Berawal dari diskusi bersama keluarga beberapa waktu lalu, akhirnya saya terdorong untuk membukukan ide-ide saya..! Terima kasih untuk seluruh keluarga besar tercinta, yang senantiasa memberikan dorongan dan kepercayaan pada saya. Konon, apa yang saya pikirkan saat ini, kelak akan mampu menjadi solusi penting bagi penanganan mandeknya pembangunan sektor infrastruktur di Indonesia…! Hahaha..! Sangat tersanjung, meski sejatinya ide-ide saya bukanlah hal baru, namun jujur, hingga saat ini saya melihat belum ada satu usahapun yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta, yang telah sanggup menyentuh tataran tersebut.

Ide tersebut lahir dari pengalaman panjang saya berkelana di negeri orang. Dipercaya mengelola perusahaan, menanamkan modal, mengembangkan usaha dan memperkuat images perusahaan ke seluruh pelosok dunia, benar-benar telah menjadi sebuah pengalaman, sekaligus juga pelajaran. Saya telah berusaha untuk memetik semua nilai-nilai positif yang dimiliki negeri-negeri lain. Saya juga berusaha terus agar mampu bersikap lebih arif dalam menghadapi fakta dan realita kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di Indonesia. Kadang ada rasa kecewa, rendah diri, maupun frustrasi, namun setelah menyikapinya dengan penuh pemikiran yang positif, akhirnya saya mampu melihat dengan lebih jelas bahwa setiap kekurangan yang ada, sejatinya adalah peluang besar bagi kita untuk terus tumbuh dan berkembang kian besar..!

Saya sedih sekaligus terharu dengan kegigihan pak Jokowi yang pergi kesana kemari, semata-mata untuk mendapatkan sumber-sumber investasi..! Bahkan pak Jokowi juga tidak sungkan-sungkan mencari hutangan untuk menjamin agar keberlangsungan pembangunan ekonomi di negeri ini tetap terjamin dan terjaga..!

Sayangnya, hingga detik ini, pemerintah masih melihat cita-cita dan harapan besar rakyat Indonesia untuk maju, hanya sekedar sebuah impian, bahkan lebih sering diterjemahkan sebagai sebuah beban ataupun tekanan..! Belum ada kesamaan paradigma bangsa Indonesia yang memandang harapan besar bangsa Indonesia sebagai sebuah kekuatan ataupun modal. Meski dalam lingkup ekonomi makro, kita sudah mengenal modal sosial atau social capital sebagai salah satu alat ukur kemajuan ekonomi suatu bangsa, namun nyatanya, social capital belum mampu menjelma sebagai modal yang bisa dirasakan secara kasat mata di dunia yang lebih nyata. Kita masih fokus dan setia bahwa satu-satunya modal pembangunan adalah uang..! Padahal di negara-negara dengan jumlah luas wilayah yang sempit dan populasi yang rendah, social capital justru telah menjadi sesuatu yang jauh di awang-awang, sebuah impian, bahkan terkadang menjadi sebuah angan-angan..!

Kini coba bandingkan dengan Indonesia..!
Wooooow..! Betapa kayanya negeri kita..! Kita punya segala-segalanya..! Wilayah yang luas, penduduk yang banyak, SDA melimpah, serta dikaruniai posisi geografis yang amat strategis..!

Kita memiliki human capital yang cukup dan telah mampu memetakannya sebagai sebuah manpower. Tapi bagaimana dengan social capital yang ada..?
Ternyata kita belum bisa memandangnya sebagai social power..! Dan kini adalah saatnya untuk kita bangkit bersama..! Rakyat harus mampu terlibat dalam berbagai bentuk investasi. Rakyat harus mampu mengambil alih fungsi sebagai motor penggerak pembangunan dan investasi yang selama ini dipegang dan dijalankan oleh pemerintah..! Kedaulatan ekonomi harus tetap berada ditangan rakyat..! Jika ini yang wujud, maka saya yakin tidak akan pernah lagi kita melihat aksi pemblokiran pembangunan infrastruktur jalan tol, PLTA, PLTN, bahkan saya juga yakin tidak akan ada lagi usaha-usaha pendudukan tanah dan aset-aset milik negara..!

Jalan ke arah itu sejatinya masih ada dan sangat terbuka..! Saya pernah merasakan warna-warni kehidupan di negeri orang, namun satu hal yang saya rasakan masih teramat banyak di negeri kita, adalah gotong royong dan kekeluargaan..! Kedua instrument ini adalah bagian dari social capital yang kita miliki, dan hingga kini belum kita sadari sebagai sebuah modal pembangunan yang tak ternilai. Bahkan tidak dipungkiri, gotong royong dan kekeluargaan telah mampu menjadi modal bagi terbebasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa asing..! Yang belum ada dan perlu terus kita carikan adalah formula serta langkah nyata untuk mentransformasikannya kedalam konteks pembangunan ekonomi nasional. Social Capital, harus mampu menjelma sebagai Social Power..!

Kelak, saya akan membahasnya dalam buku saya yang berjudul Ekonomi Santai..!
Mohon doa restunya..! Salam hangat..

Sumber

Komentar ditutup.