Catatan Seorang Chef Bagian Ke 41 (PERFECT..!)

Posted: 1 Desember 2015 in KUMPULAN CATATAN SEORANG CHEF, MILITER

ADalam beberapa parade militer yang dilakukan TNI belakangan ini, kita semakin familiar dengan kehadiran sosok kendaraan tempur berukuran bongsor..! Ya, yang saya maksudkan adalah Main Battle Tank(MBT) Leopard buatan Germany..!

Kehadiran MBT Leopard telah menjadi perdebatan panjang di beberapa kalangan, mulai dari yang konon ukurannya tidak cocok dengan kontur tanah Indonesia, hingga ke kekhawatiran masyarakat akan kembali terulangnya kekerasan militer oleh TNI terhadap warga sipil dengan melibatkan asset-asset tempurnya..! Bahkan Belanda yang semula ingin menjual asset militer MBT Leopardnya kepada Indonesia, harus rela menelan air liurnya sendiri, dengan membatalkan transaksi yang sudah kian mendekati deal. Belanda ogah dan trauma dengan peristiwa pelanggaran HAM yang konon pernah dilakukan oleh TNI. Dari sinilah awal berubahnya arah angin, mengapa kita memilih MBT Leopard ex Angkatan Darat Germany. Selain MBT Leopard adalah produk asli Germany, pemerintah Germany juga berani menawarkannya dengan harga yang super miring, bahkan mereka sanggup memberikan TOT kepada PT Pindad dan TNI AD, sebagai representasi pemerintah dalam proses pembelian tersebut. Hasilnya, PT Pindad kemudian dipercaya untuk memproduksi berbagai amunisi dengan ukuran besar yang bisa memenuhi kebutuhan berbagai macam tank, bukan saja milik TNI, akan tetapi bisa juga dieksport ke berbagai negara di Asia Pasifik, sebagai wilayah marketing yang diserahkan oleh Rheinmetall.

Bukan hanya itu, satu hal yang sedari dulu telah menarik perhatian saya adalah kehadiran Leopard-Leopard itu di Indonesia. Semua terkesan cepat dan instant. Bahkan konon beberapa diantaranya ada yang masih belum rampung 100%..! Hahaha..! Apakah karena terdorong oleh ketidaksabaran bangsa kita..? Hmmmm..! Bisa jadi ya, karena sejak awal pembeliannya, produk ini telah dipaksa masuk ke dalam ranah politik negeri kita. Leopard hampir gagal dimiliki Indonesia, karena Germany sendiri menolak secara langsung jika pengerjaannya berada dalam tekanan politik. Mereka menginginkan agar proses pengerjaan Leopard untuk Indonesia dilakukan secara profesional dengan tetap mengutamakan kualitas..! Germany tidak tertarik dengan berbagai drama dan sandiwara politik di Indonesia. Untuk itu, akhirnya dihasilkan sebuah solusi untuk meredam suhu politik yang kian memanas..! Germany bersedia mengirimkan beberapa puluh unit Leopard yang sudah rampung dari pabriknya untuk segera melengkapi asset-asset tempur TNI yang telah ada. Alhasil, Leopard itu tidak melewati fase firing test terlebih dahulu, melainkan hanya melakukan test drive, bahkan sebagian diantaranya ada yang belum dilengkapi berbagai pernak-pernik interior dan system yang semestinya, sehingga pihak Pindad harus bekerja keras menyelesaikan PR yang tertunda itu berdasarkan modul yang telah diberikan kepada Indonesia..!

Kini, mungkin kesemua Leopard yang telah ada di Indonesia itu sudah memenuhi standar dan spesifikasi yang diinginkan. Namun bagaimana dengan para awak dan teknisi yang dimiliki oleh TNI..?

Rupanya, baik TNI maupun Pindad, dari dulu hingga kini masih terus mengirimkan personelnya ke Germany untuk menuntut ilmu yang lebih mumpuni. Bahkan sisa Leopard yang belum dikirim ke Indonesia, telah dan akan dibangun secara lebih sempurna, serta akan dikirim dalam kondisi new product, bukan lagi sebagai produk secondhand..!

Hari ini, 12 November 2015, Leopard RI, yang dirancang jauh melebihi kecanggihan yang dimiliki oleh Singapore, telah berhasil melakukan uji tembak alias firing test. Para awak dari TNI, terus mengasah kemampuannya, baik melalui simulator maupun real firing..! Dalam uji tembak di Unterluss, Germany, turut hadir sebagai saksi adalah bapak Sjafrie Samsudin beserta Atase Pertahanan RI untuk Germany. Tampak semua pihak merasa puas dengan capaian standar kualitas yang dimiliki. Terbukti, putera-puteri Indonesia mampu bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan teknologi tinggi dengan bangsa besar di Eropa.

Kelak, untuk wilayah Asia Pasifik, Indonesialah yang akan menjadi hub pengembangan produk berbasis Leopard. Selain itu, kita juga dipercaya untuk memproduksi peluru berkaliber besar bagi memenuhi kebutuhan para Leopard.

Selamat dan sukses untuk TNI dan PT Pindad, semoga semakin jaya dan digdaya, agar bisa terus menjadi penopang benteng pertahanan RI, selalin tentu saja mampu menjadi sosok kebanggaan bangsa Indonesia..! Selamat berkarya..!

Sumber

Komentar ditutup.