Catatan Seorang Chef Bagian Ke 45 (PUCUK DICINTA, ULAMPUN TIBA..!)

Posted: 9 Januari 2016 in KUMPULAN CATATAN SEORANG CHEF, MILITER

A50 : 50

Banyak sahabat saya di Indonesia yang tidak sabar menunggu kepulangan saya ke haribaan negeri tercinta, Indonesia..! Alasannya, ” Negeri ini memerlukan orang-orang baik sepertimu..!”
Hahaha..! Tersanjung banget rasanya..! Padahal masih terngiang dalam pikiran saya bahwa dulu saya pernah memukul dia dalam sebuah perkelahian..! Tapi kok masih bisa menyebut saya sebagai orang baik..?
Bagaimanapun, saya aamiinkan aja, semoga ucapannya menjadi doa..!

Sebagian teman lagi, justru bilang sebaliknya..!
“Jangan pulang, sayang dengan kemampuanmu..! Disini kepandaian dan pengabdian seseorang tidak pernah dihargai..!”

Kepada semuanya, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga, karena telah menunjukkan kebaikan dan kecintaan yang juga tak terhingga..!
Saya pulang mungkin tidak membawa apa-apa, selain kecintaan saya yang amat besar terhadap Indonesia..! Namun demikian, tidak berarti saya akan diam dan tidak berbuat apa-apa, karena bukankah sebuah cinta mampu melahirkan segalanya..?

Saya bukanlah seorang pujangga cinta..! Tapi saya akan mengerjakan setiap kesempatan dan peluang yang singgah dengan penuh kecintaan..! Saya akan mengabdikan diri dengan penuh kepedulian dan ketulusan. Meski bukan seorang pemimpin, saya akan menjaga kualitas kepemimpinan saya..! Sebagai ‘pendatang baru’, tentu saja saya juga harus tahu diri dan banyak menahan diri, tapi tidak berarti harus rendah diri, apalagi melacur diri..! Saya akan tetap teguh menjaga harga diri..!

Saya yakin, disaat setiap orang tidak lagi bisa menghargai diri kita, maka harga dirilah yang masih akan bisa menolong kita dan memberikan nafas bantuan untuk tetap bertahan, bergerak dan bangkit..! Jangan pernah menyerah, karena puncak kesabaran dan perjuangan adalah berserah..!
Mari bangkit bersama..!

PUCUK DICINTA, ULAMPUN TIBA..!

Saya ingin bicara soal transfer teknologi nuklir Russia pada Indonesia. Tapi soal teknisnya, saya persilakan semuanya untuk bertanya pada sahabat kita, bung Rachmat Setiadi..! Karena beliaulah yang terlibat langsung dalam tataran kebijakan yang disusun oleh para wakil rakyat di Senayan..!

Dalam pandangan pribadi saya, apa yang dilakukan Russia sebenarnya sebuah lagu lama yang terkesan malu-malu..! Maklum, Indonesia saat ini sangat jauh berbeda dengan Indonesia di zaman Orla..!
Russia sangat ngebet dengan potensi bahan baku nuklir yang dimiliki Indonesia. Investasi ke arah itupun mulai mengalir..! Itulah sebabnya mengapa kasus Freeport dan Newmont kembali terangkat dan melahirkan megascandal..? Hehehe..! Sebuah bukti nyata bahwa kita sedang diperebutkan..!

Bagi para military fansboy, fenomena ini akan selalu dikaitkan dengan tawar-menawar senjata..! Apakah ini saat yang tepat..? Hahaha..! Ternyata paradigma seperti itu sudah usang..! Nilai sebuah senjata itu jauh lebih kecil dari potensi yang kita miliki..! Kita bisa membeli apa saja dengan kekayaan yang ada..! Tapi yang harus kita pikirkan adalah keberlangsungan hidup bangsa ini dengan segala human capital yang berada di dalamnya..! Bangsa Indonesia harus mampu memetik manfaat yang sebesar-besarnya..! Kita harus segera hijrah menjadi negara maju..!

Menukar potensi negara kepada akuisisi alutsista, hanya akan membuka jendela sengketa dan korupsi semata..! Rakyat Indonesia akan senantiasa terbiar dalam keadaan sengsara..! Karena itu, setiap kerjasama yang dilakukan dengan bangsa lain, sebagai rakyat, kita harus senantiasa mampu mengawal dan memastikan bahwa usaha itu tetap mengalir ke arah peningkatan kesejahteraan bangsa..! Bukankah ini yang diamanatkan oleh konstitusi kita, UUD 1945..?

Mengapa kita memerlukan teknologi nuklir Russia..?
Jawabannya bisa jadi karena hanya Russialah satu-satunya negara yang menawarkan teknologi itu..? Negara lain jangan diharap..!
Selain itu, kita juga sedang memerlukan sumber energi pembangkit listrik..! Meskipun jelas nuklir bukanlah sebuah solusi yang murah dan aman..! Namun jika kita membiarkan potensi yang ada, toh pada akhirnya akan dicuri juga oleh bangsa lain melaui dalih investasi sektor pertambangan..! Akhirnya kita pun membulatkan tekad untuk menerima tawaran Russia, sembari mengasah kemampuan, kita juga terus meningkatkan kekuatan disektor pertanian dan kedokteran..! Untuk nuklir yang telah diperkaya, akan kita eksport ke berbagai negara..! Bukankah itu jauh lebih baik baik daripada dicuri oleh tangan-tangan jahil yang bersembunyi di balik dalih investasi asing..?

Meski secara pribadi kurang yakin, saya jadi berpikir bahwa alasan sesungguhnya dari taktik memonopoli teknologi nuklir adalah untuk melindungi rezim minyak yang telah lama dibangun oleh US beserta sekutunya..! Kemenangan deal nuklir Iran adalah sebuah kekalahan awal bagi rezim minyak yang coba terus untuk dipertahankan. Dengan adanya kemenangan Iran, maka negara itu kini bisa secara bebas melakukan pengapalan 9 ton nuklir yang telah melalui proses pengayaan..! Bisa dibayangkan berapa besar uang yang dikantongi Iran, dan berapa banyak minyak yang bisa dihemat oleh Iran, serta berapa banyak minyak Russia yang bisa dialirkan ke pasaran global guna mempertahankan policy low price yang dimotori oleh OPEC beserta negara-negara Arab, Afrika dan Amerika Latin..?
Jika dengan tanpa memiliki Freeport dan Newmont, Iran bisa mengeksport 9 ton nuklir yang telah diperkaya, bagaimana Indonesia yang telah jelas dan nyata memiliki potensi besar dari kedua lahan tambang global tersebut..!

Teringat pada teori Einstein tentang atom yang konon setiap gram atom bisa menghancurkan objek sebesar lebih dari 1 juta ton dan mementalkannya ke atas setinggi 12 km..! Bagaimana jika fenomena itu dilakukan oleh 9 juta ton nuklir..?

Hehehe..! Dengan memakai perhitungan yang sama, dimana 9 juta ton adalah paralel dengan 9 miliar kg, dan 9 miliar kg paralel dengan 9 trilion gram..! Maka nuklir yang dieksport oleh Iran akan memiliki daya hancur yang sangat memusnahkan..!
Subhanallah..! Tapi mari kita berpikir positif, sekiranya energi sebesar itu kita manfaatkan untuk sumber energi pembangkit listrik kita, bukan jumlah sebesar itu sangat memadai untuk menerangi negeri ini dari kegelapan dan kekuarangan energi..? Bukankah jumlah itu sangat lebih dari cukup untuk menjadikan negeri ini lebih produktif..?

Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana agar langkah lanjutan kita bisa diterima oleh masyarakat dunia, dan bangsa Indonesia bisa memetik hasil dari nilai tambah setiap potensi yang dimilikinya..! Mari kita dukung siapapun yang membawa negeri ini pada tahap kemajuan yang lebih mapan..! Mari kita kawal dan jaga bersama, jangan sampai masa depan bangsa kita lunglai, layu dan hangus terhempas badai scandal..! Masa depan bangsa adalah segalanya..! Andaipun harusmati, saya kira itu belumlah seberapa..!

Untukmu Indonesia, saya siap berkorban jiwa dan raga..!
Untuk bung Rachmat Setiadi, sekali lagi saya mohon dibabar untuk bersama..! Maaf nih udah lancang menodong..! Hehehe..

SELAMAT
Selamat dan semoga jaya selalu untuk sahabat saya di Korea, Jenderal Kim Yo-han, atas penganugerahan medali penghargaan dari Pemerintah RI, atas segala jasanya dalam meningkatkan kedekatan dan hubugan antara TNI AD dan ROK Army..!

Dari jauh, saya dan segenap bangsa Indonesia turut berbangga dan bahagia..! Semoga kedua negara semakin maju jaya di masa depan..! Aamiin..

Turut Berduka
Inalillahi wainnaillaihirojiun..!
Turut berduka cita, atas kecelakaan yang menimpa team aerobatik TNI AU yang melibatkan pesawat latih T50 Golden Eagle tadi pagi di Yogyakarta.

Semoga sang pilot terbaik yang gugur, senantiasa damai dalam dekapan tangan Illahi..! Keberaniannya akan memantik kesatria-kesatria muda untuk mampu terus berkarya lebih baik..! Puja dan doa, kami haturkan dari jauh..! Kami bangga padamu..! Maju jaya TNI..!

 

UMPAN BESAR
Saya teringat ucapan ayahanda saat kami berniat pergi memancing ke laut..! Beliau bilang, pasanglah umpan yang besar, jika ingin mendapatkan ikan yang besar..!

Kali ini, saat saya memperhatikan gerak para diplomat kita di luar negeri, ucapan ayahanda itu hampir mendekati kebenarannya..! Pemerintah kita telah mengidentifikasi ikan-ikan besar, yang berarti bahwa pemerintah kita juga telah menyiapkan umpan-umpan yang besar..!

Setelah sukses memperbaharui naskah kerjasama strategis dengan Amerika dan Jepang, kini Indonesia berhasil memaksa Australia untuk masuk ke dalam ruang strategi yang telah disiapkan oleh Indonesia..!
Terkadang saya terpikir, apakah kita masih sedang bermain catur..? Hehehe..
Jika iya, tapi kenapa kini yang bekerja tidak lagi sekedar otak, melainkan telah melibatkan otot..!

Sepuluh tahun yang lalu kita dipimpin pak SBY, seorang ex-militer, tapi kita dan dunia tahu bahwa kita sukses secara ekonomi..!
Sekarang kita dipimpin oleh seorang sipil murni, tapi mengapa perjanjian militer dan pertahananlah yang sedang booming..! Apakah kita sedang membuka halaman-halaman dalam buku putih itu..?
Hehehe..! Jika benar, berarti saya sudah tahu gambaran negeri ini di kemudian hari..!
Terima kasih untuk segala kesempatan dan pengalaman yang telah diberikan..! Inilah saat yang tepat dan terindah untuk bergerak..! Saya yakin kita sedang menuju kepada kemenangan..! Aamiin..
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh..!
Jaga dan jangan abaikan persatuan dan kesatuan..!
NKRI Harga Mati…!

“2 + 2 = 6″

Hehehe..! Perhitungan di atas tersebut tentu saja bukanlah benar-benar sebuah kalimat matematika. Saya sekedar ingin menjawab keingintahuan para sahabat yang mencoba menanyakan tentang seberapa strategisnya Indonesia bagi bangsa Jepang..!

Adalah meeting “2+2″ yang telah sekian lama diselenggarakan oleh Jepang untuk membahas masalah-masalah strategis dengan negara-negara mitranya yang terpilih..! Hebatnya, dari sekian lama dan sekian banyaknya negara-negara di dunia yang menjalin hubungan persahabatan dengan Jepang, ternyata kini baru ada 6 negara di dunia yang terpilih sebagai mitra terpercaya dan dinilai layak untuk datang dalam sebuah meeting bergengsi dengan tajuk “2+2″..!

Kalimat “2+2″ adalah untuk menunjukkan bahwa meeting tersebut melibatkan 2 orang menlu dan 2 orang menhan. Dari sini saja tentu kita juga bisa melihat bahwa objek yang dibahas akan menyangkut hal-hal strategis..! Bangganya, meski saat ini sangat banyak negara yang menjalin hubungan baik dengan Jepang, namun untuk menyelenggarakan meeting “2+2″, ternyata pemerintah Jepang baru memilih 6 negara mitra/partner yang terpercaya. Setelah US, Britain, France, Australia dan Russia, kini giliran Indonesia yang mendapatkan pengakuan sebagai salah satu negara mitra yang amat penting, strategis dan terpercaya..! Demi Indonesia, pemerintah Jepang baru-baru ini merombak total sistem dan kebijakan investasi luar negerinya..! Mereka seperti sedang dituntut agar dapat memenangkan setiap kompetisi yang akan semakin ramai, bermain di tanah Indonesia..! Jepang menginginkan Indonesia itu harus kuat dan selalu kuat..!

Anda setuju..? Hehehe….

Sumber

Komentar ditutup.