Catatan Seorang Chef Bagian Ke 49 (ACTUAL SPENDING..!)

Posted: 1 Februari 2016 in KUMPULAN CATATAN SEORANG CHEF, MILITER

dedenew173

Sebelum disodori sebuah data dari seorang sahabat di Jakarta, sebenarnya saya sendiri merasa tidak ada sesuatu yang istimewa telah, sedang dan masih akan terus terjadi dalam tubuh militer kita. Tapi setelah data itu ada dalam genggaman, saya baru tersadar..!

Kurang lebih dua minggu lalu, staff Menhan dan pemerintah Russia melaksanakan diskusi tentang perbaikan dan perawatan alutsista yang dimiliki TNI. Seorang teman tiba-tiba nyeletuk..!

“Sebanyak apa sih alutsista buatan Russia yang kita miliki saat ini? Bukankah kita hanya memiliki satu skuadron pespur Sukhoi, helikopter, puluhan panser dan mungkin ratusan atau bahkan sangat mungkin pula puluhan ribu senjata ringan..?”

Ah, jika hanya itu yang kita miliki, lantas kenapa diskusi ini terasa begitu penting..? Akhirnya kami berkesimpulan bahwa senjata kita yang berasal dari Russia ini tentu tidak terbatas pada item yang telah diekspos media..!

Tidak lama berselang, kami menerima bocoran bahwa Menhan Ryamizard Ryacudu akan melakukan perjalan dinas ke Russia pada bulan April nanti. Tujuannya konon untuk memastikan pembelian pesawat tempur Su35 yang kita minati. Anehnya, pihak Russia justru telah menyiapkan pespur Sukhoi varian lainnya, yakni pesawat tempur pembom yang sangat ditakuti, Su34..!

Soal pembelian pesawat pengganti pesawat tempur lawas kita, F5E Tiger, saya mearasa tidak kaget. Alasannya jelas karena rencana ini sudah sangat matang dan anggarannya konon diambil dari Anggaran Pertahanan APBN kita yang sudah menyentuh angka 2% dari total GDP ..!

Sepertinya, rencana ini tidak akan menemukan masalah besar.mengingat para ksatria kita sudah sangat siap..!
Tapi tunggu dulu, dari data yang ada di tangan, saya menemukan sepenggal catatan yang menyebutkan bahwa anggaran pertahanan kita di tahun 2016 ini mampu mencatatkan record sebagai anggaran pertahanan terbesar sepanjang sejarah, yakni lebih dari USD 7 billion atau setara dengan minimal Rp 100 Trilion..! Dan yang paling mengejutkan adalah disaat terbaca sebuah keterangan bahwa actual spending APBN 2015 untuk sektor pertahan mengalami pembengkakan hingga 4% dari total anggaran yang telah diperundangkan..!

Kami mengernyit cukup lama, maklum semua juga tahu bahwa belanja alutsista kita ditahun 2015 kemarin tidaklah seberapa, bahkan lebih tragis lagi konon anggaran untuk sektor tersebut juga telah mengalami pemangkasan di akhir tahun yang baru lalu..!

Pertanyaannya, belanja alutsista apa sajakah yang diam-diam dilakukan TNI dan Menhan sepanjang tahun 2015 kemarin? Bukankah alutsista yang sedang berdatangan saat ini merupaka buah dari anggran tahun sebelumnya..? Hehehe..! Mengapa anggaran yang sebelumnya dinyatakan sebesar Rp 97 Trilion lebih, pada akhirnya mengalami kelebihan anggaran hingga mencapai angka Rp102 Trilion..! Bukankah ditahun yang sama ini juga, anggaran itu telah mengalami pemangkasan?

Jadi berapakah sesungguhnya nilai anggaran sektor pertahanan dalam APBN kita pada 2015 dan 2016 ?
Hehehe..! Wallahualam bishawab..!

citoxnew130
.
NYATANYA HANYA DI INDONESIA..!

Lagi-lagi seluruh dunia turut menggelengkan kepala atas apa yang terjadi di Indonesia hari ini..! Bagaimana tidak, disaat terjadi aksi teroris Sarinah, rakyat Indonesia bukannya ciut dan takut, malah sebaliknya justru gencar mengutuk dan mempererat tali persatuan..! Rasa takut yang diinginkan oleh para pelaku teror, sama sekali gagal alias tidak muncul ke permukaan..! Bukan hanya polisi yang dengan beraninya mengejar pelaku teror dengan tanpa menggunakan rompi anti peluru, bahkan para pedagangpun ikut-ikutan bernyali baja dengan tetap membuka lapak jualannya sebagaimana biasa..! Bahkan pasca ledakan bom Sarinah, indeks harga saham gabungan pun menunjukkan performa yang stabil. Reaksi tenang namun tegas dan tidak memprovokasi yang ditunjukkan oleh pemimpin kita, nyatanya telah mampu menjaga stabilitas keseluruhan, bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di daerah-daerah lainnya..!

Potret masyarakat yang begitu tenang ini ternyata telah memikat hati banyak negara di dunia..! Bisa jadi, keadaan sedemikian ini, baru terjadi dan satu-satunya hanya ada di Indonesia..!

Mari kita lihat bagaimana paniknya warga Paris dan Istanbul saat terjadi pemboman..! Bahkan hingga hari ini masyarakat di kedua negara Eropa tersebut masih dihantui perasaan takut..! Stasiun kereta api mendapat penjagaan ketat, bahkan konon kini lebih sering ditutup atau dibuka agak telat. Dalam beberapa kejadian, masyarakat masih terlihat traumatis manakala terjadi pemadaman aliran listrik..! Mereka akan spontan menjerit ketakutan dan langsung melapor kepada pihak keamanan..! Kasihan..!

Bagaimana dengan di Indonesia..?
Hanya di Indonesia, stasiun kereta api tidak pernah ditutup pasca pengeboman oleh pelaku teror..! Alih-alih menutup stasiun dan jaringan kereta api yang ada, seminggu kemudian, tepatnya hari ini, Kamis, 21 Januari 2016, presiden Jokowi malah melaksanakan acara groundbreaking, tanda dimulainya pengerjaan project kereta api super cepat yang didanai oleh China..!

Duniapun serentak geleng-geleng..! Sebuah negara bekas regime militer, ternyata mampu menangani aksi-aksi teroris hanya dengan menurunkan beberapa personel polisi yang tidak dilengkapi peralatan dan perlengkapan memadai..!
Meskipun Indonesia telah dikenal luas sebagai negara yang memiliki sebuah satuan elit tentara dan polisi yang sangat terlatih dalam hal penanggulangan aksi-aksi teroris, namun nyata dunia turut bersaksi atas tidak terlihatnya unit-unit khusus dari satuan-satuan elit TNI..!

Di banyak negara, contra terorism selalu menjadi domain pasukan khusus tentara mereka. Tapi di Indonesia tidak begitu. Contra Terorism telah menjadi domain pihak kepolisian RI..!

Sebagai representasi dari rakyat sipil Indonesia, capaian prestasi kepolisian kita nyatanya telah membuat ciut para pelaku teror. Mereka memaknainya bahwa setiap ancaman terorisme akan langsung dihadapi oleh segenap warga sipil, bukan militer..! Kekuatan kepolisian RI telah dipandang sebagai cerminan kekuatan sipil Indonesia, padahal disisi lain, para teroris juga sangat tahu bahwa militer Indonesia sangat kuat dan solid, serta memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghadapi aksi-aksi teror..!

Inilah yang kemudian menjadi benang merah atas pertanyaan banyak pihak tentang perbedaan antara Indonesia dan Syria dengan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah..! Teroris di sana merasa mampu untuk melakukan aksi perang terbuka, karena mereka hanya menghadapi pihak militer, sedangkan rakyatnya terpuruk dalam rasa takut, sedangkan polisinya berganti peran sebagai pekerja sosial..! Ketiadaan tali persatuan, jelas telah menjadi sebab luluh lantaknya perdamaian di beberapa negara Arab dan Afrika..! Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi di atas ranah bumi Pertiwi, karenanya mari kita terus rekatkan tali persatuan dan memupuknya dengan jalinan silaturahmi..! Jangan pernah ada lagi ada rasa beda disaat kita bicara tentang Indonesia..! Apapun dan siapapun anda, nyata kita sama Indonesia..! We are Indonesia(n)..!

dedenew242

 

Sumber

Komentar ditutup.