Danger Zone part 3

Posted: 6 Februari 2016 in DANGER ZONE, MILITER

TO BE CONTINUED…….

1908101_10204521994713929_7561065146321815913_n

1 jam sebelumnya………………..
Hari menjelang siang, Di suatu tempat di perairan internasional Samudera Hindia….220 km dari ALKI 1……terlihat 3 orang bercakap-cakap di atas yang sepertinya sebuah kapal Hitam dengan dek cukup luas untuk bermain sepak bola. Yang satu berkulit putih dengan umur agak mendekati setengah abad, yang kedua lainnya tampak lebih muda berkulit sawo matang.
Walaupun demikian tampak kewibawaan tinggi terpancar dari masing2 ketiganya.
“Kamerad komendant, rybalka zdes’ yavlyayetsya luchshim…..Vashi lyudi ochen’ povezlo imet’ bogatyy okean…….” kata seorang yang terlihat paling tua sambil melihat lautan sekelilingnya.
“Konechno ….. krasivyy vid na more….hahaha” jawab sang bapak berkulit sawo matang.

“Kapitan ….. my poluchili chto-to v nashem radare….” Tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam tower kapal tersebut yang mengagetkan mereka bertiga. Dengan bergegas terlihat mereka memasuki tower, membuka pintu besi baja dan langsung turun ke dalam Anjungan.
“situativnoye doklad…!!!” kata sang Bapak berkulit putih.
“Tri ….. net ….. shest’, radiolokatsionnyy kontakt…..dva dopolnitel’nykh kontakta gidrolokatora” Kata sang juru radar.
Lalu kapten segera memandang si Bapak berkulit sawo matang sambil bicara, “Kamerad… I think your people should know this…….”
“dat’ soglasiye…….please contact them…code name “Gugus tugas Selatan”
“Tak byt’ sdelano !!!!! vzyat’ nas pogruzheniye !!! Perintah sang Kapten.
“Pogruzheniye…… pogruzheniye…. pogruzheniye……”
Peringatan disebarkan melalui intercom bahwa kapal akan segera memasuki mode menyelam.
———————————————————————————————

dangerzone4

150 km di dalam ZEE, di sebelah Barat daya Pulau Bali…….
Terlihat sebuah Kapal dengan ukuran cukup besar, yang apabila dilihat merupakan sebuah Kapal Perang dengan rudal yang cukup besar terlihat di kiri kanannya.
“Sitrep Bapak-bapak??” tiba-tiba terlihat seseorang berpangkat bintang satu memasuki ruang CIC di kapal tersebut.
“Siap……radar mendeteksi beberapa buah radar contact di baringan 190 dalam jarak 180 km…. masih diluar outermarker ZEE….dengan proyeksi memasuki ALKI 1 pak”
“Identifikasikan….. hubungi Pusat komando tentang temuan kita….” Perintah sang Bapak sambil mencermati layar utama.
“Confirmed….Pak, Gugus Tugas Selatan juga membroadcast temuan mereka …..enam buah kontak radar permukaan dan 2 buah kontak sonar dibawah pemukaan…”tambah salah seorang personel.
“Acknowlegde…..keep on eye on their speed…. ” sejenak sang Bapak ini memperhatikan beberapa titik layar situasi utama dengan angka-angka ” 1200…..1205….1190…800….ini bukan kapal….ini pesawat…..Hubungkan dengan Pusat komando!!! SEGERAA!!! Laporkan kita akan kedatangan tamu tak diundang dalam waktu kurang dalam 10 menit…..” Perintahnya lagi.
———————————————————————————————

dangerzone3

Saat ini………..
Di sebuah Ruangan komando di Kohanudnas terdengar teriakan serta suara tepuk tangan atas keberhasilan satuan tugas dalam menghalau gangguan. Ucapan selamat pun membahana memenuhi ruangan.
“Pak…. laporan dari Gugus tugas selatan bahwa beberapa kontak di radar mengubah arah ke arah intruder one….dan their speeding up …..” Tiba-tiba seorang personel memberikan laporan bahwa memang masalah gangguan ternyata belum selesai.
“ohhhh mereka masih belum menyerah…. Perintahkan Gugus Tugas Selatan…all ship…. untuk menghalau but stay within our territory….
Bravo one….bravo one….disini Pusat komando, can you hear me!!!” Kata sang Bapak melalui alat komunikasi.

“Di sini Bravo one….go ahead Command…..” jawab Bravo one.
“Kelihatannya masalah kita belum selesai… I need you to harass some target at this coordinate..just off outermarker our ZEE…..just paint them…let them know kita serius…!!”
“Bravo one standing by………receiving coordinate…..and proceed…..heading to one one five….” jawab Bravo One.
———————————————————————————————

dangerzone2

50.000 kaki di atas pantai pasir putih……..
Sebuah pesawat tempur yang besar terlihat sendirian dengan kecepatan penuh menuju ke laut. Sang pilot tampak tenang mengemudikannya, jauh berbeda dengan sang kopilot yang terlihat sibuk dengan komputer on boardnya.
“Bravo one to Charlie….i still need you guys on this one so follow my mark…….”
“Confirmed Bravo leader……receiving coordinate…. charlie one out!”
Tidak jauh dari situ……….
“roger that….Charlie one, disini Charlie two standing by…..permission to join formation charlie one” Suara dari charlie two setelah menghabisi intruder two.
“Permission granted charlie two……welcome and congratulation on your mission….” jawab charlie one.
“This is bravo one…be advised…. uplink data standing by….relaying”
“Charlie one standing by…..”

Tiba-tiba di layar charlie one berubah dan menunjukkan adanya radar contact tambahan.
“warning…unknown surface contact detected…..warning aerial radar emision detected” Tiba-tiba suara DVI memberi peringatan.
“bravo one….disini charlie one, unknown radar emission detected no IFF….please advise!!”Tanya charlie one.
“Jangan kuatir Charlie one…I’m still on streaming……they wont see you….we are just gonna paint them” jawab bravo one.
“Ground Command…disini Bravo one….Charlie and I got them on screen…. your call…..” tanya Bravo one.
“copy that Bravo one….. stand by ….Painting target in my mark……..” Perintah Pusat KOmando.
———————————————————————————————

dangerzone5

150 meter di kedalaman laut di sebelah selatan didalam ZEE………………….
Setiap personel kapal tampak tegang melihat sinyal sonar yang bergerak memasuki inner ring ZEE. Perintah menghalau dari pusat komando dapat diartikan penembakan, yang pasti memiliki efek buruk dimulainya sebuah perang. Para personel Kapal sadar, apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, mereka akan terhilang dari sejarah…karena pada dasarnya mereka memang tidak ada….
Di dalam keheningan ….terlihat beberapa orang berdoa bahwa kunci tombol merah tidak perlu diputar…..
“Kapitan….kontakta priblizhayetsya na vysokoy skorosti ….” bisik si pengendali sonar.
“Da….my gotovy…..!!” perintah sang Kapten sambil melirik si bapak berkulit sawo matang yang sedang berbicara melalui alat komunikasi.”
“Pusat komando….di sini gugus tugas selatan is standing by for sonar lock…..your call” kata sang bapak.
“Disini pusat komando….target painted in ten….nine…..eight….”
“tri….dva…adin…..mishen’ imet’ markirovku…..!!” lanjut sang bapak.
“Sdelayte eto seychas…..” Perintah sang Kapten agar dilakukan kuncian sonar pada target.

Berbarengan dengan itu kontak sonar sudah berwarna merah yang tadinya hijau….. dan terdengar suara PING 5 kali….sejenak sang kapten menengok dengan penasaran ke arah sang bapak .
“boshe moi…………..nam udastsya….oni polnost’yu izmenyali….!!!’” terdengar teriakan salah seorang personel saat melihat kontak sonar berbalik arah menuju Laut lepas dan urung memasuki ALKI 1. Sang kapten pun tersenyum sambil mendekati si bapak berkulit sawo matang, “Oke komendant….congratulation we have succeed in repelling the intruder….my only question, beside us here….and your ship above in the surface…. i did not know any other vessel around that can produce such powerful sonar n able to sneak in here without being detected by our sonar….but yet we heard 5 pinger…who was the other three???”
“well let us call them…..nashi sobacki…..” kata sang bapak sambil tersenyum.
“Sobatchka……very interesting choice of words……sobacthka…..hahahahahah” dan mereka berdua pun tertawa.

Sumber

Komentar ditutup.